Rabu, 25 April 2012

PUISI Kau dan Aku Tersungkur

Kau dan Aku Tersungkur

Aku gugur tersungkur
Samar suara kicauan burung
Kau dan aku sedang lara
Menabuh benih harapan nanti

Merintih dalam naungan mega
Kabut putih menutup mata
Aku berjalan layaknya orang buta
Namun kau yang tersungkur 
Jatuh ke bawah

Dari atas gunung mata air
Kau menggelinding terbaring
Awal kau jatuh dari mega
Bersama kabut yang nirwana

Aku turun di kawal resah angin
Resah angin yang belum reda membara
Aku terbawa resah angin
Terbawa ke atas gunung mata air
Saat itu aku hendak menolongmu
Namun aku ikut tersungkur

Oleh : Fahmi Reza
Pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Tidak ada komentar: