Oleh : Fahmi Reza
Saat itu aku heran
Melihat langit terbuka
Terdapat banyak pintu
Aku masuk pintu warna putih
Panas dan gerah kurasakan
Tak seorang yang mengintai
Namun mengapa pintu putih
Terasa panas bagi ku
Aku melihat
Terdapat banyak orang yang gelisah
Oh Tuhan...
Seseorang yang berada di telaga itu
Wajahnya sungguh mirip dengan ku
Embun panas telaga tak urung henti
Mereka berteriak : Celakalah aku
Telaga api sudah menyala
Sedangkan aku dahulu
Berada dalam kekafiran
Luka ngucap dalam badan
Terasa perih seakan mati
Teguk tangis ku menggema
Namun tak seorang menghiraukan
Awan putih pergi meninggalkan ku
Ketika itu aku terbangun dari tidur
Mimpi ini membuat ku berada dalam kesengsaraan
Pelajar SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Tidak ada komentar:
Posting Komentar